Saturday, 3 June 2017

BundSay: Komunikasi Produktif #3

Hari ke-3


Terus terang, mulai kendur semangat untuk menerapkan satu ilmu penting yang rasanya tidak ummi pelajari sejak awal.

Oke, ayo tetap semangat. Semoga tulisan-tulisan ini menjadi pemacu untuk lebih istiqomah

Alhamdulillah, mulai merasakan manfaatnya menahan emosi selama proses komunikasi dengan anak-anak. Beberapa hal tercatat di hari ini:
1) Membangunkan kakak besar dan kakak kecil untuk sahur ternyata jadi lebih mudah jika dilakukan dengan lebih sabar, tanpa ancaman dan tanpa teriakan
2) Mengajak kakak kecil merapikan kamar dengan santai. Belum segera melaksanakan saat ummi minta bukan berarti dia tidak mau melakukannya. Ummi sabar dulu, tarik napas terus bilang oke, ummi yang rapikan, nanti coba kakak pilih mana baju yang ga kepake. Beberapa saat setelah ummi bongkar lemari, kakak kecil nyamperin dan mulai ikut melipat-lipat baju yang sebelumnya masuk lemari dalam keadaan asal masuk.
3) Menasehati kakak besar dengan lebih tenang akan membuat suasana lebih cair. Tidak bikin stress dan insya allah berakhir dengan baik. Ingat, tanpa emosi ya......


Semoga istiqomah...........

#level1
#day3
#tantangan 10 hari
#komunikasi produktif
#kuliahbunsayiip

Friday, 2 June 2017

BundSay: Komunikasi Produktif #2

Life without yelling is much more enjoyable

Sedang menikmati pagi yang bebas teriakan. Mencoba menerapkan tanpa emosi dg intonasi rendah saat menjumpai (lagi) buku-buku menyebar di lantai ruang tengah, juga di depan kamar mandi, di ruang makan, dan di kamar tidur.
Maka yang saya lakukan adalah mendekati kakak kecil dan bilang: Kak, rapikan buku di lantai. Alhamdulillah, cukup manjur. Blio langsung beranjak, mengambil buku yang berserakan dan meletakkan dengan rapi di rak. 
Biasanya, di mana ummi menemukan buku-buku berada maka dari situ juga ummi berseru, Kak, taruh bukunya di rak. Padahal entah di mana yg dipangggil. Akibatnya, beberapa kali berseru baru sosoknya muncul dan dengan innocent nya jawab: apa , Mi? Otomatis tensi ummi jadi naik dan keluarlah omelan panjang mewarnai pagi.

Let s be istiqomah, ummi. Seperti menanam, akan engkau temui hasilnya nanti. Bukan sekedar untuk hari ini, namun utk karakter mereka di masa depan 😊

#level1
#day2
#tantangan 10 hari
#komunikasi produktif
#kuliahbunsayiip

Wednesday, 31 May 2017

BundSay: Komunikasi Produktif #1

Alhamdulillah, diparingi kesempatan praktek lagi hari ini dengan kehebohan di pagi hari.

Sebelum rutinitas pagi dimulai, anak-anak kruntelan di dekat pintu sambil bercanda. Dimulai dari saling ejek, tiba-tiba kakak besar menjambak rambut kakak kecil. Tentu saja yang dijambak langsung nangis. Ummi cuma bilang plis respect each other, seorang muslim tdk akan menganggu muslim lain dengan tangan dan mulutnya. Tiba-tiba kakak besar berdiri, dan berkata "yang ga boleh dengan tangan kan" sambil kakinya injak kaki adiknya yg sedang semendhe di pangkuan saya. Tak lama pintu kamar ditutup, "dhuer"
Ah, saya cuma bisa banyak2 berdoa, robbi habli minassholihin, berulang-ulang, kemudian menarik nafas panjang lalu beranjak menyelesaikan rutinitas pagi.
Setelah meyakinkan diri untuk mampu menahan diri tetap tenang, saya ke kamar & ngobrol dengan kakak besar. Saya coba terapkan poin mengendalikan emosi dengan intonasi rendah untuk berbicara dengan kakak besar. Saya bilang, ummi kasih kesempatan kakak untuk menurunkan marah dengan tetap fi kamar. Saya coba empati dengan mengatakan ummi tahu rasanya kalo lagi marah emang pengennya mukul dan rasanya puas kalo sdh mukul. Selanjutnya saya tinggalkan dia di kamar.
Satu jam berikutnya saya masuk dan menawarkan apakah dia mau membantu adiknya nguleni adonan pizza tapi dia jawab nggak.

Saat mencampur adonan, kakak besar datang & tanya-tanya. Tapi sepertinya si ummi yang temperamental ini masih belum bisa sepenuhnya mengendalikan emosi. Walaupun tidak ada suara keras, ummi hanya menanggapi pendek2 pertanyaan kakak besar. Cenderung nyuekin malah...... Belajar terus ummi, semoga masih diparingi kesempatan 😉

#level1
#day1
#tantangan 10 hari
#komunikasi produktif
#kuliahbunsayiip


Saturday, 1 April 2017

Matrikulasi Ibu Profesional - Wrap up Session

I may not be a perfect mother for my family
but I'm learning to be the good one

The one who holds all the family members taking the way to JANNAH



Thursday, 23 March 2017

Belajar menjadi Ibu Profesional - Bunda sebagai Agen Perubahan

Alhamdulillah, akhirnya NHW terakhir untuk program matrikulasi IIP



Setelah tidak fokus di NHW sebelumnya, semoga yang ini bisa lebih realistis sehingga benar-benar terwujud

Dilatarbelakangi temuan bagaimana respon anak-anak saat belajar Quran, terlihat bahwa mereka lebih semangat ketika disampaikan dengan cerita, nonton illustrated Quran-nya NAK dan bikin video. Pembiasaan memang cukup manjur, tapi tanpa kesadaran saya juga khawatir kalau nanti Quran hanya di bibir saja, naudzubillah. Di TAUD juga gitu, mereka sangat senang mendengarkan cerita-cerita Quran atau komik-komik tentang Sunnah. Secara fitrah, anak-anak suka bermain dan cerita. Jadi, alangkah menyenangkannya kalau TPA tidak hanya diisi dengan Iqro dan Iqro tapi juga ada aktivitas lain yang menjadikan value Quran masuk ke dalam hati dan diamalkan sungguh-sungguh. Illustrated Quran-nya NAK juga keren banget, jadi mudeng makna suatu ayat saat diilustrasikan dalam bentuk animasi yang menarik.

Untuk itulah, saya dan keluarga ingin memanfaatkan potensi, minat dan kelebihan yang dimiliki untuk berkontribusi dalam pengajaran Quran berbasis fitrah. Ya kalo anak-anak, disampaikan dengan cara anak-anak. Selain lewat TAUD, juga lewat TPA, seperti yang dulu pernah kami lakukan saat camping Quran. Mulai berjuang untuk mengajak ibu-ibu concern terhadap pendidikan anak mereka di TPA. Belajar bersama membumikan Quran, kemudian berharap menjadi walking quran, manusia yang berakhlaq quran. Begitu memahami satu ayat, langsung dilaksanakan.

Ya Allah, mudahkanlah dan mampukan kami meniti jalan ini...............Jalan para pejuang Quran

Saturday, 18 March 2017

Belajar Menjadi Ibu Profesional - Misi Hidup dan Produktivitas

Alhamdulillah, sudah melewati 8 minggu, berharap ilmu ini bermafaat untuk makin mengukuhkan peran penting dalam mengukir peradaban

a. Ranah aktivitas di kuadran SUKA & BISA: berperan sebagai pemimpin yang mengatur sumber daya manusia dalam tim

b. BE DO HAVE
1. I want to be a leader
2. I want to lead:
 - my children to optimize their fitrah under my husband supervision.
 - the team in TAUD to educate the offsprings to be the walking Quran
 - the team in my faculty to do the research and community service in the field of mechanical engineering
3. I want to have
- A family that  take a way to jannah by being the ones who benefit other
- A TAUD with a strong commitment in Quran education
- A productive research group with at least 2 projects a year


c. Time based goals
1. Lifetime purpose: khusnul khotimah
2. Strategic plan
- Mengajak anak-anak bereksplorasi dengan beragam aktivitas untuk menemukan peran penting dalam kehidupannya
3. New year resolution
- Membuat satu project keluarga yang bisa bermanfaat untuk orang lain dengan melibatkan anak-anak pada peran yang lebih menonjol
- Membuka kelas baru di TAUD dengan pembelajaran Quran berbasis fitrah yang menyenangkan dan bermakna

Ya Allah, kutulis catatan ini menjelang subuh, mohon diparingi kekuatan dan dimampukan menjalani apa yang sudah ditulis di catatan ini. Tunjukkan jalan yang menuju tujuan hidupku dalam menjalani peranku sebagai ibu ketiga anakku, kepala TAUD dan dosen/peneliti. Terangi jalanku dengan cahayaMu, sampai tercapai tujuan utamaku, meninggalkan dunia dengan khusnul khotimah dan berkumpul kembali dengan keluargaku di surgaMU



Pengen punya rumah seperti ini. Semoga diparingi yang lebih baik di surga

Friday, 10 March 2017

Belajar menjadi Ibu Profesional - Mengenali kekuatan diri

Hasil bercermin dengan tools-nya Abah Rama di temubakat.com adalah sebagai berikut




Jadi, langkah berikutnya adalah bagaimana mengoptimalkan peran sebagai leader dan educator ini di semua lini. Baik itu di kampus, di rumah maupun di masyarakat dengan tujuan untuk menjadi manfaat bagi ummat dan menjadikan manfaat itu sebagai investasi akhirat

Masih bingung di matriks suka - tidak suka - bisa - tidak bisa


At least, ilmu ini bisa menjadi guidance untuk mengetahu bagaimana mengoptimalkan minat bakat anak-anak, menemukannya kemudian memupuknya .....